• Tulisan ini Diterjemahkan dari:

https://www.internetsociety.org/resources/2019/10-signs-of-a-good-privacy-protection-law-policy/


Konsep "privasi" digital mengacu pada hak individu untuk menentukan kapan, bagaimana, dan sejauh mana data pribadi mereka dapat dibagikan. Privasi sangat penting untuk kemampuan kita mempercayai Internet. Tanpanya, orang, negara, dan ekonomi tidak dapat sepenuhnya memanfaatkan peluang yang disediakannya.

Kita hidup di masa ketika data perusahaan berskala besar melanggar dan penggunaan data pribadi yang tidak patut tampaknya terjadi hampir setiap hari. Lebih penting dari sebelumnya bahwa undang-undang dan kebijakan yang dibuat untuk melindungi kita memberikan aturan perlindungan privasi yang jelas dan dapat dicapai yang oleh para penangan data bangga untuk memperjuangkannya. Mereka juga harus netral teknologi untuk mempromosikan perlindungan data pengguna yang relevan dan langgeng dengan cara yang tidak merusak infrastruktur Internet. Solusi legislatif harus sesuai dengan realitas teknologi untuk melindungi pengguna dan meningkatkan - bukannya menghambat - inovasi.

Berikut adalah 10 tanda Kebijakan Privasi yang Baik menurut Internet Society:

  1. Privacy-by-design.

   Privacy-by-design maksudnya adalah sejak awal, ketika mengembangkan produk atau layanan baru, privasi diintegrasikan ke dalam penanganan data mereka. Privacy-by-design mencakup prinsip-prinsip seperti minimalisasi data, spesifikasi yang jelas tentang penggunaan yang dimaksudkan, dan batasan untuk berbagi dan penyimpanan.

2. Speak Clearly

   Membutuhkan bahasa yang jelas pada semua perjanjian terkait privasi, untuk memastikan pengguna dapat memberikan persetujuan berdasarkan pemahaman yang benar tentang apa yang akan dibagikan, bagaimana dan dengan siapa.

3. Enforce Privacy

   Pastikan kebijakan privasi ditegakkan, dan bahwa itu mencakup langkah-langkah pertanggungjawaban untuk penanganan data pribadi, dan perlindungan untuk meningkatkan keamanan data secara keseluruhan.

4. Strengthen oversight and enforcement

   Tinjau undang-undang dan kebijakan secara teratur untuk memastikan mereka relevan dan sesuai dengan tujuan, memberikan sanksi dan solusi untuk pelanggaran privasi, dan mendorong perusahaan untuk transparan tentang kepatuhan.

5. Give Users Control

   Berikan pengguna kontrol dan pilihan bagaimana mereka membagikan data mereka. Jika pengguna memilih untuk berbagi data, mereka harus dapat meminta penghapusannya nanti; dan jika mereka memilih keluar, mereka harus memiliki alternatif yang berarti. Kontrol privasi yang mudah digunakan juga harus disediakan.

6. Be Transparent

   Memerlukan transparansi dan akuntabilitas untuk praktik privasi dan pelanggaran untuk semua entitas publik dan swasta. Jika terjadi kesalahan, penangan data harus bertanggung jawab dan melakukan yang terbaik untuk mengatasi kerusakan, memberikan dukungan yang sesuai untuk membantu mereka yang terkena dampak dan memastikan pemberitahuan pelanggaran yang tepat waktu.

7. Be Drafted Collaboratively

   Privasi memengaruhi semua orang, jadi masuk akal untuk melibatkan sektor swasta, regulator, kelompok konsumen, dan individu dalam menciptakan solusi. Partisipasi multi-pemangku kepentingan membuat pembuatan kebijakan lebih terbuka dan berkelanjutan.

8. Work Globally

   Internet itu tak terbatas, namun undang-undang privasi dan perlindungan data bersifat nasional. Ketentuan khusus lintas batas, yang disepakati bersama diperlukan untuk melindungi data pribadi yang meninggalkan satu negara dan masuk ke negara lain, untuk memastikan kesinambungan tanpa merusak sifat global Internet.

9. Be Strict but Fair

   Batasi pengecualian untuk undang-undang privasi dan perlindungan data pribadi untuk masalah kedaulatan nasional, keamanan atau keselamatan publik. Batas apa pun harus memiliki tujuan yang sah, diperlukan dan proporsional. Izinkan pengawasan pengecualian yang transparan dan independen.

10. Keep it Anonymous

   Lindungi individu dan data mereka dari "identifikasi ulang" dari waktu ke waktu dengan memastikan metode anonimisasi dapat diandalkan. Privasi seseorang berisiko jika data pribadi yang telah digosok untuk mengidentifikasi informasi masih dapat digunakan oleh orang lain untuk melacaknya kembali ke mereka.

  • Diterjemahkan dari:

https://www.internetsociety.org/resources/2019/10-signs-of-a-good-privacy-protection-law-policy/